AS Roma Harus Belajar untuk Mematikan Pertandingan

By Verdi Hendrawan - Minggu, 16 September 2018 | 22:43 WIB
Ekspresi pelatih AS Roma, Eusebio Di Francesco, dalam laga leg pertama perempat final Liga Champions kontra FC Barcelona di Stadion Camp Nou, Barcelona, Spanyol pada 4 April 2018.
FILIPPO MONTEFORTE/AFP
Ekspresi pelatih AS Roma, Eusebio Di Francesco, dalam laga leg pertama perempat final Liga Champions kontra FC Barcelona di Stadion Camp Nou, Barcelona, Spanyol pada 4 April 2018.

AS Roma secara mengejutkan harus bermain imbang saat menjamu Chievo Verona pada laga pekan ke-4 Liga Italia 2018-2019.

Pada pertandingan yang digelar di Stadion Olimpico, Minggu (16/9/2018), AS Roma ditahan imbang Chievo Verona dengan skor 2-2.

Padahal, AS Roma sempat unggul 2-0 terlebih dahulu pada babak pertama melalui gol-gol dari Stephan El Shaarawy (menit ke-10) dan Bryan Cristante (30').

Keunggulan AS Roma itu sirna setelah Chievo Verona mampu bangkit pada babak kedua dan membalas via Valter Birsa (52') dan Mariusz Stepinski (83').

Hasil ini tentu sangat menyesakkan bagi kubu AS Roma, terutama pelatih Eusebio Di Francesco, karena menjadi kegagalan ke-3 mereka meraih kemenangan secara beruntun.

(Baca Juga: Aksi Romelu Lukaku sebagai Bek Sayap Kanan Mendapat Pujian Besar dari Jose Mourinho)

Di mata Eusebio Di Francesco, hasil tersebut didapat akibat rasa nyaman pada para pemainnya setelah unggul cepat atas lawan dan tak mampu "mematikan pertandingan".

"Pertandingan tampak terkendali, tetapi itu adalah situasi yang sebenarnya tidak saya sukai. Kami juga perlu untuk belajar soal mematikan pertandingan," kata Eusebio Di Francesco seperti dikutip BolaSport.com dari DAZN.

“Kami nyaris tidak membiarkan Chievo mendapatkan peluang, selain tembakan dari jarak jauh dan umpan silang. Namun, hal terburuk yang bisa terjadi adalah ketika tim berpikir telah memegang kendali dan tidak segera membunuh pertandingan," tuturnya.

Editor : Beri Bagja
Sumber : football-italia.net

YANG LAINNYA

SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X