Surat dari Barcelona, Satu Hari di Blaugrana

By Theresia Simanjuntak - Jumat, 26 Oktober 2018 | 12:40 WIB
Suasana di area Placa de Catalunya, Barcelona, pada Rabu (24/10/2018).
THERESIA SIMANJUNTAK/TABLOID BOLA
Suasana di area Placa de Catalunya, Barcelona, pada Rabu (24/10/2018).

Tabloid BOLA dan BolaSport.Com masih berada di Kota Barcelona, Spanyol, pada Kamis (25/10/18) guna memenuhi undangan dari La Liga selaku operator liga domestik Spanyol.

Kamis merupakan hari kedua saya berada di Kota Barcelona, tapi hari pertama efektif agenda dari La Liga. Saya bersama 14 jurnalis lain dari 14 negara berbeda berkesempatan mengunjungi Ciutat Esportiva Joan Gamper yang merupakan markas Barcelona.

Kompleks olahraga yang mengambil nama eks Presiden Barca, Joan Gamper, itu tak cuma menjadi markas tim sepak bola, tapi semua olahraga di mana klub itu berpartisipasi. Misalnya, bola basket, futsal, handball.

Namun, kami tidak mengunjungi semua tempat di kompleks tersebut karena memang satu-satunya agenda di sana ialah menyambangi La Masia, sekolah akademi Blaugrana.



La Masia menempati sebuah gedung di Ciutat Esportiva Joan Gamper sejak 2011. Sebelumnya, markas mereka berada di sekitar Stadion Camp Nou.

Saya tidak banyak mengambil foto di La Masia, terutama bagian dalam gedung sebab Barcelona sangat menjaga para pemain muda mereka dari sorotan media.

Untungnya, La Liga menyiapkan fotografer sendiri yang menyuplai semua foto selama saya berada di La Masia.

Dari La Masia, saya mengetahui betapa ketat jadwal para pemain masa depan Barca. Hidup mereka benar-benar diatur oleh klub. Ya, untuk sukses, disiplin memang sangat dibutuhkan.

Selepas dari La Masia, kami bertolak ke Camp Nou yang berjarak cukup jauh, memakan waktu sekitar 15-20 menit dari Ciutat Esportiva.

Baca Juga:

Stadion kebanggaan Barcelona ternyata dikunjungi banyak wisatawan asing. Menurut petugas, Camp Nou memang selalu ramai meskipun tidak ada pertandingan.

Di sana, saya mengunjungi museum Barcelona di mana banyak saksi hidup perjalanan klub ini yang berdiri pada 1899. Trofi, sepatu, bola, hingga berbagai foto mengungkap banyak cerita mengenai kesuksesan Barca.

Tentu saja, saya juga masuk ke dalam stadion dan berada di pinggir lapangan Camp Nou. Duduk di bangku cadangan, saya bak merasakan berada di posisi para pemain di sebuah pertandingan.

Oh iya, selama di Barcelona, saya menikmati berbagai makanan lokal. Pada Kamis malam, La Liga kembali mengajak para jurnalis makan malam di Can Fuste, restoran yang cukup dekat dengan Camp Nou.

Restoran itu sudah berdiri sangat lama dan juga merupakan bagian dari sejarah sepak bola, terutama Barcelona, dari segi luar lapangan.

Sang pemilik, Maria, bercerita bahwa para pemain Barca rajin mengunjungi restoran tersebut. Bahkan bek tengah Gerard Pique bak menganggap rumah sendiri di mana ia sering masuk hingga ke dapur.

Masih banyak lagi yang ingin saya ceritakan kepada para pembaca. Sampai jumpa di surat saya berikutnya.

Editor : Dimas Wahyu Indrajaya
Sumber : -

YANG LAINNYA

SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X