Alexander Zverev Diminta Meneladani Kepiawaian Rafael Nadal

By Nestri Yuniardi - Minggu, 17 Maret 2019 | 18:03 WIB
Petenis Jerman, Alexander Zverev, memutuskan mundur dari Rotterdam Open 2019 akibat cedera di pergelengan kaki.
twitter.com/abnamrowtt
Petenis Jerman, Alexander Zverev, memutuskan mundur dari Rotterdam Open 2019 akibat cedera di pergelengan kaki.

BOLASPORT.COM - Petenis putra asal Jerman, Alexander Zverev, sempat menyita perhatian saat sempat meraih gelar-gelar penting, namun memasuki awal tahun 2019 ini, performanya justru menurun.

Alexander Zverev sempat meraih tiga gelar Masters 1000 sepanjang karier tenisnya.

Pada tahun 2017, petenis yang kini berperingkat tiga dunia tersebut berhasil mengantongi dua gelar Masters 1000.

Baca Juga : Roger Federer Berharap Masih Bisa Tanding Lawan Rafael Nadal

Baca Juga : BNP Paribas Open 2019 - Thiem Hadapi Federer di Laga Pamungkas

Dua gelar tersebut adalah Italian Open 2017 dan Rogers Cup 2017.

Adapun pada tahun 2018, petenis berusia 21 tahun tersebut berhasil meraih gelar Madrid Open 2018.

Kendati demikian, kemenangan Zverev lebih banyak terjadi ketika pertandingan dilaksanakan pada jenis lapangan hard surface dan outdoor.

Selain itu, inkosistensi Zverev sebagai salah satu penghuni lima besar dunia juga menjadi benang merah penampilannya pada awal tahun 2019 ini.

Pada Australian Open 2019, januari lalu, Zverev terhenti di babak 16 besar setelah takluk terhadap Milos Raonic (Kanada).

Dan pada babak final Mexican Open 2019, awal bulan Maret lalu, Zverev gagal meraih gelar usai dikalahkan Nick Kyrgios (Australia).

Hal ini turut mengundang salah satu komentator pertandingan tenis yang juga berasal dari Jerman, Stefan Hempel, untuk angkat bicara.

Meski Zverev masih memiliki masa depan panjang dan berpeluang meraih gelar-gelar mayor di masa mendatang, Hempel tetap mengingatkan tentang konsistensi Zverev sebagai petenis papan atas dunia.

Menurut Hempel, Zverev seharusnya tidak banyak menyia-nyiakan energinya pada babak awal setiap turnamen.

Komentator berusia 44 tahun tersbeut pun sempat menyematkan nama petenis asal Spanyol, Rafael Nadal, sebagai contoh teladan bagi Zverev.

"Contoh saja Rafael Nadal. Dia punya paket lengkap, dia kuat menghadapi berbagai jenis lapangan, entah itu rumput, liat maupun hard," ucap Hempel seperti dilansir BolaSport.com dari Tennis World USA.

"Zverev mestinya bisa lebih baik lagi pada kekuatannya, dengan itu dia bisa memenangkan gelar Grand Slams," imbuhnya.

Penampilan terakhir Zverev sendiri terjadi pada Indian Wells Masters 2019.

Pada turnamen tersebut, Zverev kalah pada babak ketiga dari rekan senegaranya yang berperingkat 44 dunia, Jan-Lennard Struff.

Editor : Delia Mustikasari
Sumber : tennisworldusa.org,ATP Tour

YANG LAINNYA

SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X