5 Orang yang Tersakiti di Balik 10 Gelar Liga Spanyol Messi

By Ade Jayadireja - Minggu, 28 April 2019 | 17:42 WIB
Lionel Messi merayakan gelar juara Liga Spanyol 2018-2019 bersama Barcelona.
TWITTER.COM/LALIGA
Lionel Messi merayakan gelar juara Liga Spanyol 2018-2019 bersama Barcelona.

BOLASPORT.COM - Di balik kesuksesan besar Lionel Messi, ada orang-orang yang tersakiti.

Lionel Messi menambah panjang daftar prestasinya setelah FC Barcelona mengunci gelar juara Liga Spanyol 2018-2019.

Blaugrana memastikan diri sebagai kampiun berkat kemenangan 1-0 atas Levante dalam laga pekan ke-35 di Camp Nou, Sabtu (26/4/2019).

Ini menjadi gelar liga ke-10 bagi Messi dalam 15 tahun bersama Barcelona.

Di balik kesukesan sang superstar selama lebih dari satu dekade meramaikan kasta teratas Negeri Matador, ada pemain yang jadi korban.

Pemain-pemain tersebut tersingkir dari Barcelona lantaran kalah kualitas dari Messi.

Ya, sinar Messi begitu terang sehingga tidak memberikan kans bagi penyerang lain buat mendapatkan waktu bermain reguler.

Baca Juga : Keinginan Sarri Bertahan di Chelsea Bisa Tak Bertepuk Sebelah Tangan

Baca Juga : Bertarung Di Ring Tinju, Conor McGregor dan Wasit Dinilai Curang

1. ZLATAN IBRAHIMOVIC

Ekspresi penyerang LA Galaxy, Zlatan Ibrahimovic.
TWITTER.COM/LAGALAXY
Ekspresi penyerang LA Galaxy, Zlatan Ibrahimovic.

Baca Juga : 6 Kali Lebih Kuat dari Ramos, Ronaldo seperti Latihan dengan Bocah di Madrid

Berharap jadi mesin gol utama saat datang ke Barcelona pada 2009, Zlatan Ibrahimovic justru terdepak dari posisi favoritnya.

Demi mengakomodasi Messi, ia terpaksa berpindah peran dari striker sentral menjadi penyerang lubang.

Mantan kapten timnas Swedia itu murka kepada pelatih Pep Guardiola dan menganggapnya tidak adil.

"Saya mengawali perjalanan di Barcelona dengan baik. Namun, kemudian Messi mulai bicara. Dia ingin bermain di tengah, bukan penyerang sayap," kata Ibra dalam buku biografinya yang berjudul I Am Zlatan.

"Formasi pun berubah dari 4-3-3 menjadi 4-5-1. Saya berkorban dan tidak memiliki kebebasan lagi di lapangan," lanjut pernyataan sang juru gedor.

Perlakuan tak adil Guardiola lantas mendorong Ibrahimovic untuk pergi ke AC Milan pada tahun berikutnya.

2. DAVID VILLA

Selebrasi David Villa seusai mencetak gol tunggal Vissel Kobe ke gawang Sagan Tosu pada pekan kedua Liga Jepang 1 2019, 3 Maret 2019.
FACEBOOK.COM/VISSELKOBE.OFFICIAL
Selebrasi David Villa seusai mencetak gol tunggal Vissel Kobe ke gawang Sagan Tosu pada pekan kedua Liga Jepang 1 2019, 3 Maret 2019.

Baca Juga : Solskjaer Akan Ajak De Gea Duduk Bersama untuk Bicara soal Blunder

Senasib dengan Ibrahimovic, David Villa juga kehilangan posisi kesukaannya sebagai striker sentral karena direbut oleh Messi.

Eks bomber Valencia itu hengkang ke Atletico Madrid pada 2013 setelah menghadirkan delapan trofi ke Camp Nou.

Di timnas Spanyol, Villa selalu ditempatkan sebagai penyerang tengah.

Posisi tersebut mengantar ia menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa La Furia Roja (59 gol).

3. THIERRY HENRY

Kedatangan Thierry Henry sebagai pelatih anyar tak serta merta membuat nasib AS Monaco membaik, just
thoriqaz
Kedatangan Thierry Henry sebagai pelatih anyar tak serta merta membuat nasib AS Monaco membaik, just

Baca Juga : Hasil Liga Italia - Kapten Kartu Merah Usai Tepuk Tangan, Milan Turun 2 Posisi

Pada 2007, Thierry Henry datang ke Barcelona dengan menyandang status top scorer Arsenal (226 gol).

Taji eks bintang timnas Prancis itu justru menghilang pasca-mendarat di Camp Nou.

Kemunduran Henry tak lain dan tak bukan adalah karena perubahan posisi.

Ia dipaksa bermain melebar guna memberikan tempat bagi Samuel Eto'o dan Messi.

Setidaknya, pengorbanan Henry berbuah dua titel Liga Spanyol.

Pemain yang mengawali karier bersama AS Monaco itu juga kerap terlibat perselisihan dengan Guardiola lantaran sang pelatih terlalu "sayang" kepada Messi.

Henry terpaksa bermain di luar posisi favoritnya selama tiga tahun sebelum pindah ke New York Red Bull.

4. BOJAN KRKIC

Bojan Krkic saat beraksi bersama Stoke City
ade
Bojan Krkic saat beraksi bersama Stoke City

Baca Juga : Kala Tiga Gol Cristiano Ronaldo Berbuah Amarah Jose Mourinho

Titisan Messi, demikian Bojan Krkic dijuluki oleh publik Spanyol.

Performa mengilap di La Masia membawa penyerang berpostur 170cm itu promosi ke tim senior pada 2007.

Namun, sang wonderkid justru mendapat kesulitan setelah naik pangkat.

Ia tak mampu menggoyang dominasi Messi, Pedro, dan David Villa yang kala itu menjadi trio andalan lini depan raksasa Catalunya.

Tak betah terus menerus jadi ban serep, Bojan memilih pindah ke AS Roma pada 2011.

5. NEYMAR

Neymar dan Kylian Mbappe merayakan gol bersama-sama untuk Paris Saint-Germain.
TWITTER.COM/SUNSPORT
Neymar dan Kylian Mbappe merayakan gol bersama-sama untuk Paris Saint-Germain.

Neymar bikin gebrakan pada bursa musim panas 2017 dengan hijrah dari Barcelona ke Paris Saint-Germain.

Kepindahan kapten timnas Brasil itu jadi heboh lantaran ongkos transfernya mencapai 222 juta euro (Rp 3,8 triliun), rekor termahal dunia.

Belum ada yang memecahkan rekor tersebut hingga sekarang.

Beberapa kabar menyebut alasan kepergian Neymar adalah karena ingin lepas dari bayang-bayang Messi.

 



Editor : Thoriq Az Zuhri Yunus
Sumber : BolaSport.com

YANG LAINNYA

SELANJUTNYA INDEX BERITA

Close Ads X