Kontroversi Timing dan Tabrakan Gagalkan Sean Raih Podium dan Poin

By Delia Mustikasari - Sabtu, 25 Mei 2019 | 09:40 WIB
MONTE CARLO, MONACO - MAY 23: Sean Gelael (IDN,PREMA RACING) during the Monaco at Monte Carlo on May 23, 2019 in Monte Carlo, Monaco. (Photo by Joe Portlock / LAT Images / FIA F2 Championship)
JOE PORTLOCK
MONTE CARLO, MONACO - MAY 23: Sean Gelael (IDN,PREMA RACING) during the Monaco at Monte Carlo on May 23, 2019 in Monte Carlo, Monaco. (Photo by Joe Portlock / LAT Images / FIA F2 Championship)
 
BOLASPORT.COM - Balapan pertama atau feature race Kejuaraan FIA Formula 2 2019 di Monte Carlo, Monako, berlangsung dramatis sekaligus penuh tanda tanya. 
 
Pembalap Team Jagonya Ayam yang meraih posisi start terbaiknya selama berkiprah di GP2 Series/F2, P6, melakukan start normal dan berada dalam posisi 10 Besar.
 
Kontroversi terjadi ketika rekan setim Sean di Prema Racing, Mick Schumacher, menabrak Tatiana Calderon di lintasan sempit Rascasse.
 
Semua mobil berhenti di trek dan balapan pun dihentikan sementara karena area terblokir.
 

Semua pembalap selanjutnya masuk ke pit sambil menunggu balapan dimulai lagi. Tatiana, Mick, Louis Deletraz, dan Sean waktu itu ada di posisi ke-9 hingga ke-12.

Mobil mereka menjadi yang pertama didorong ke pit dan para pembalap lain di belakang, termasuk mereka yang sedang ada di posisi pertama hingga kedelapan.
 
Regulasi Lomba F2 menyatakan bahwa bila lomba dihentikan (red flag), posisi tetap seperti sebelum dihentikan.
 
Jumlah lap dihitung normal sehingga ketika balapan dilanjutkan tinggal menyelesaikan sisa lap secara utuh.
 
 
Dari sisi timing (pencatatan waktu) di-reset, seperti start normal alias berdekatan. Misalnya Nyck de Vries sebelum red flag unggul 6 detik atas Luca Ghiotto.
 
Selanjutnya, restart dihitung ulang layaknya start normal. Jadi, keunggulan de Vries terhadap Ghiotto bisa 0,5 atau bahkan 1 detik, tergantung jarak baru di antara mereka.
 
Hal serupa dialami Sean Gelael sebelum red flag atau bendera merah dikibarkan lebih dari 50 detik. 
 
Namun, FIA menganggap Sean dan beberapa pebalap lain "tertinggal 1 Lap", dengan alasan mereka masuk pit saat red flag terlambat 1 lap dari de Vries.
 
Hal tersebut dianggap merugikan Sean Gelael karena dengan fakta para pebalap di P1-8 harus masuk pit lagi, plus Tatiana dan Mick akan mendapat penalti, Sean amat bisa meraih podium.
 
Kenyataannya tidak dan Sean tetap ada di P12 dan paling tinggi bisa ada di P8 hingga 10.
 
 
Tragedi kedua adalah ketika Sean yang sudah di P10 lalu ditabrak oleh Nicholas Latifi di Rascasse.
 
Akibatnya, sayap depan mobil Sean rusak, dia mesti masuk pit untuk ganti baru, lalu ternyata mesti berhenti dari balapan.
 
"Saat red flag, bayangan meraih P2 memang di depan mata karena banyak pebalap yang mesti masuk pit lagi," kata Sean dalam siaran pers yang diterima BolaSport.com.
 
"Namun, saat sudah nyaman ada di posisi poin, saya terkena insiden yang menghanguskan kans membawa pulang angka. Besok start dari belakang memang susah di Monako ini, tetapi mobil kami lagi bagus. Kita coba saja meraih yang terbaik," ujar Sean.
 
Balapan kedua atau sprint race bisa disaksikan langsung via livestreaming di www.sean-gelael.com mulai pukul 21.55 WIB.
 


YANG LAINNYA

SELANJUTNYA INDEX BERITA

Close Ads X