PB Djarum Ingin Cepat Selesaikan Polemik Mengenai Audisi Umum

By Agustinus Rosario - Kamis, 12 September 2019 | 17:35 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi (tengah) bersama Ketua KPAI Dr Susanto (memakai jas), Sekjen PBSI Achmad Budiharto, dan Pengurus PB Djarum Lius Pongoh (kanan) saat sesi konferensi pers soal hasil kesepakatan antara pihak terakit polemik masalah Audisi Djarum di Media Center Kemenpora, Jakar
KOMPAS.COM/ALSADAD RUDI
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi (tengah) bersama Ketua KPAI Dr Susanto (memakai jas), Sekjen PBSI Achmad Budiharto, dan Pengurus PB Djarum Lius Pongoh (kanan) saat sesi konferensi pers soal hasil kesepakatan antara pihak terakit polemik masalah Audisi Djarum di Media Center Kemenpora, Jakar

BOLASPORT.COM - Pengurus PB Djarum, Lius Pongoh, mengaku ingin segera menyelesaikan polemik dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyangkut penyelengaraan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis.

Kekisruhan yang terjadi antara PB Djarum dengan KPAI berkaitan dengan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis akhirnya memperoleh solusi.

Pada hari ini, Kamis (12/9/2019), kedua perwakilan dari PB Djarum dan KPAI bersedia bertemu untuk menghasilkan kesepakatan bersama.

Baca Juga: PSIS Semarang Menang Atas PSM, Bambang: Sepak Bola Itu Sederhana

Dalam pertemuan yang dimediasi oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Imam Nahrawi, tercapai empat poin sebagai jalan keluar dari polemik mengenai audisi umum PB Djarum.

Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan yang dibuat hari ini, PB Djarum bersedia mencopot logo dan merek mereka dalam audisi umum yang mereka selenggarakan tahun ini.

Namun, pihak PB Djarum masih akan berunding mengenai kepastian pelaksanaan audisi umum tahun depan.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan dari PB Djarum yang hadir adalah Lius Pongoh, sementara KPAI diwakili langsung oleh ketuanya, Susanto.

Selain pihak PB Djarum dan KPAI, hadir pula Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) Achmad Budihaarto dan Imam Nahrawi sebagai mediator.



YANG LAINNYA

SELANJUTNYA INDEX BERITA

Close Ads X