Usai Wimbledon Jadi Korban Covid-19, US Open dan French Open Diharapkan Tetap Jalan

By Muhamad Husein - Jumat, 3 April 2020 | 12:40 WIB
Petenis asal Serbia, Novak Djokovic, menjadi juara Wimbledon 2019 setelah mengalahkan Roger Federer (Swiss) dalam partai final di London, Inggris, 14 Juli 2019.
TWITTER.COM/FORBES
Petenis asal Serbia, Novak Djokovic, menjadi juara Wimbledon 2019 setelah mengalahkan Roger Federer (Swiss) dalam partai final di London, Inggris, 14 Juli 2019.

BOLASPORT.COM - Dua turnamen tenis Grand Slam, yaitu US Open dan French Open, diharapkan tetap bisa digelar pada tahun 2020.

Berbagai turnamen tenis berguguran setelah pandemi Covid-19 memaksa penyelenggara untuk membatal maupun menunda kompetisinya.

Terakhir, turnamen bergengsi Wimbledon 2020 juga harus mengalah.

Sejatinya digelar pada 29 Juni -12 Juli, turnamen bertaraf Grand Slam itu terpaksa dibatalkan karena pandemi yang diakibatkan virus corona tersebut.

CEO All England Lawn Tennis Club (AELTC), Richard Lewis, selaku pihak yang bertanggung jawab menyelenggarakan Wimbledom berharap dunia tenis bisa kembali hidup.

Lewis masih menaruh harapan besar pada turnamen-turnamen lain, utamanya ajang Grand Slam US Open 2020 dan French Open 2020.

"Sisi optimistis dalam diri saya masih berharap musim turnamen lapangan keras di Amerika dapat terlaksana," ucap Lewis dilansir BolaSport.com dari Reuters.

"Harapannya adalah masalah ini dapat teratasi, dan turnamen-turnamen 1.000 poin seperti Montreal, Toronto, Cincinati, dapat dimainkan menjelang US Open," sambungnya.

Baca Juga: Sejarah Hari Ini- Era LSI, Come Back Persib Bandung Atas Barito Putera



YANG LAINNYA

SELANJUTNYA INDEX BERITA

Close Ads X