Lelang Raket Bersejarah Kevin Sanjaya Capai Nilai Rp 61 Juta

By Delia Mustikasari - Selasa, 14 April 2020 | 14:05 WIB
Pasangan ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo (kiri) dan Marcus Fernaldi Gideon, saat bertanding di Japan Open 2019, Rabu (24/7/2019).
BADMINTON INDONESIA
Pasangan ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo (kiri) dan Marcus Fernaldi Gideon, saat bertanding di Japan Open 2019, Rabu (24/7/2019).

BOLASPORT.COM - Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo, menujukkan kepeduliannya dengan melakukan donasi untuk memerangi wabah Covid-19 di Tanah Air.

Donasi itu didapat setelah Kevin Sanjaya Sukamuljo melelang tiga barang pribadi dengan nilai total mencapai Rp 61 juta.

Lelang tersebut diadakan oleh musisi Indonesia, Armand Maulana melalu Live Instagram @armandmaulana04 pada Senin (13/4/2020).

Kevin Sanjaya memilih raket dan jersey untuk dilelang. Raket yang dilelang tak sekadar milik pribadi, tetapi memiliki nilai sejarah.

Tiga raket yang berhasil dilelang diantaranya digunakan pada Indonesia Masters 2020, jersey saat dikenakan pada Kejuaraan Dunia 2019 di Swiss.

Satu barang lagi adalah raket yang mengantarnya sebagai Juara All England 2017 bersama Marcus Fernaldi Gideon.

Dalam lelang yang berlangsung selama sekitar dua jam itu, sepatu, jersey, dan raket Kevin berhasil terjual masing-masing Rp 10 juta, Rp 21 juta, dan Rp 40 juta.

Baca Juga: Pelatih Khawatir Pebulu Tangkis Malaysia Alami Kebosanan Selama Pandemi Covid-19

Kevin mengaku agak sulit melepas barang pribadinya itu, terutama raket yang memiliki sejarah di pentas All England 2017.

Kendati begitu, ia rela menjual barang kesayangannya itu demi membantu para korban yang terdampak wabah virus corona atau Covid-19.

"Agak berat melepas raket ini. Ini raket ketika saya juara All England pertama kali pada 2017 lalu," ucap ganda putra nomor satu dunia itu, dilansir BolaSport.com dari Antara.

"Ini raket bersejarah untuk saya. Semoga raket ini bisa membantu masyarakat yang terdampak COVID-19," ujar Kevin.

Armand sudah rutin mengajak para publik figur untuk ikut melelang barang pribadi sejak 6 April.

Hasil lelang akan disumbangkan bersama Gabungan Artis Seniman Sunda (GASS) kepada masyarakat ekonomi kecil yang terkena dampak wabah Covid-19.

Sementara itu, Armand Maulana mengatakan bahwa hasil dari galang donasi tersebut akan disalurkan kepada masyarakat kecil yang mengandalkan penghasilan harian, seperti ojek, kru konser musik, hingga tukang cukur.

Baca Juga: Tim Johann Zarco Berada di Zona Merah Usai Penundaan MotoGP 2020

"Kalau bantuan APD dan alat-alat medis sudah banyak yang mengadakan donasi," kata Armand.

"Yang kemarin tidak tersentuh itu di arus bawah, seperti ojol, tukang cukur yang penghasilannya turun drastis."

"Kami salurkan ke orang-orang yang mengandalkan pendapatan per hari. Semoga ini makin banyak uang terkumpul jadi banyak yang terbantu,” ujar Armand. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

14 klub peserta Liga 1 2020 kembali menggelar virtual meeting jilid dua guna membahas nasib kelanjutan kompetisi ditengah pandemi Covid-19 yang tidak bisa diprediksi. 14 klub peserta virtual meeting jilid dua terdiri dari Madura United, Arema FC, Persebaya Surabaya, Persib Bandung, Bali United, Bhayangkara FC, Persik Kediri, Barito Putera, Persiraja Banda Aceh, Persita Tangerang, Persela Lamongan, Borneo FC, Persija jakarta, PSM Makassar. Sebelumnya, dalam virtual meeting jilid satu hanya diikuti 10 klub Liga 1 2020. Berikut enam poin putusan dalam rapat virtual meeting jilid dua dengan 14 klub Liga 1 2020 yang tersebar di media sosial. Pertama, klub Liga 1 sepakat tetap akan membayar gaji pemain, pelatih dan ofisial tim sesuai SK PSSI. Kedua, jika kompetisi berhenti atau diberhentikan akibat pandemi Covid-19, maka status gaji bulan Juli hingga akhir masa kontrak adalah batal. Dab tidak ada kewajiban membayar kompensasi. Ketiga, merujuk poin 2 di atas, maka status pemain klub untuk tahun 2021 tetap sesuai dengan daftar dan klausal kontrak di tahun 2020, atau tidak ada transfer antarklub Liga 1. Sehingga komposisi pelatih, pemain dan ofisial peserta Liga 1 musim 2021 sama dengab musim 2020. Keempat, nilai gaji maksimal untuk musim 2021 sama dengan yang diterima di tahun 2020. Kelima, apabila pemain, pelatih dan ofisial tidak sepakat dengan opsi tersebut, klub bisa memberikan surat keluar. Tapi tetap berdasarkan MOU klub Liga 1 yakni tidak akan membuka transfer. Kecuali pemain tersebut benar-benar baru atau mereka keluar dari klub Liga 1 bisa main di Liga 2 dan 3, atau sebaliknya. Keenam, klub Liga 1 juga mendukung rencana PSSI menggelar turnamen sebagai pengganti Shopee Liga 1 2020, jika pemerintah menyatakan pandemi Covid-19 benar-benar telah hilang dari Indonesia. Agar mutu turnamen terjaga, idealnya turnamen digelar bulan September. Namun dengan perlakuan khusus, tentunya termasuk gaji pemain, pelatih, ofisial, dll. Selengkapnya bisa lihat di website Bolasport.com #PSSI #liga12020 #shopeeliga12020 #Bolastylo #Superballid #Gridnetwork

A post shared by BolaSport.com (@bolasportcom) on



Editor : Delia Mustikasari
Sumber : Antara

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

SELANJUTNYA INDEX BERITA

VIDEO TERPOPULER

Close Ads X