PSSI Tak Keberatan jika Kualifikasi Piala Dunia 2022 Digelar Juni 2021

By Wila Wildayanti - Senin, 25 Januari 2021 | 13:10 WIB
Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi, memberikan keterangan kepada awak media di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta Selatan, 29 Juli 2020.
MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM
Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi, memberikan keterangan kepada awak media di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta Selatan, 29 Juli 2020.

BOLASPORT.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen PSSI, Yunus Nusi, membenarkan pihaknya setuju dan tak keberatan apabila Kualifikasi Piala Dunia 2022 digelar Juni 2021.

Hal ini tak lepas dari adanya pandemi Covid-19 yang dinilai belum kondusif, sehingga PSSI sepakat jika Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia digeser.

Kabar ini sebelumnya diungkapkan oleh Federasi Sepakbola Malaysia (FAM), yang menyatakan bahwa Indonesia, Uni Emirat Arab (UEA), dan Thailand telah sepakat menggeser waktu pelaksanaan Kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup G.

Yunus Nusi mengatakan bahwa FAM pertama kali yang mengajukan dimundurkannya jadwal kualifikasi tersebut.

Baca Juga: Cetak 12 Gol, Luis Suarez Lewati Lionel Messi dan Samai Rekor Cristiano Ronaldo

Demi kelancaran ide tersebut, FAM juga telah berkomunikasi dengan beberapa negara yang masuk dalam grup yang sama.

Namun, masih ada satu negara Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia yang belum mengambil sikap terkait hal ini, yakni Vietnam.

"Sekjen FAM Malaysia memang sudah ada komunikasi dengan kami untuk mohon dukungan lanjutan pra-kualifikasi dialihkan bulan Juni 2021 karena pandemi Covid-19," kata Yunus Nusi kepada BolaSport.com, Senin (25/1/2021).

Lagi-lagi yang menjadi alasan utama tentu saja terkait adanya pandemi Covid-19.

Sebab beberapa negara masih memberlakukan lockdown untuk keluar masuknya Warga Negara Asing (WNA) ke negara mereka.



Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

SELANJUTNYA INDEX BERITA

VIDEO TERPOPULER

Close Ads X