Trofi Kekecilan Kevin Cordon, Pemerintah Guatemala Dikecam Usai Beri Penghargaan untuk Anak Asuhan Pelatih Indonesia

By Bagas Reza Murti - Minggu, 8 Agustus 2021 | 10:30 WIB
Meski kalah, Kevin Cordon tetap mendapatkan dukungan dan simpati dari para supporter badminton.
@kevincordon17/Instagram
Meski kalah, Kevin Cordon tetap mendapatkan dukungan dan simpati dari para supporter badminton.

BOLASPORT.COM - Sebuah trofi yang berukuran kecil untuk Kevin Cordon membuat pemerintah Guatemala mendapat kecaman lantaran dianggap tak serius memberikan penghargaan untuk atlet terbaiknya di Olimpiade Tokyo 2020.

Setelah mampu melaju hingga semifinal Olimpiade Tokyo 2020, Kevin Cordon mendapat sambutan meriah di negaranya, Guatemala.

Cordon berhasil mencetak sejarah di Olimpiade Tokyo 2020.

Ia jadi satu-satunya wakil dari benua Amerika yang bertarung untuk medali Olimpiade Tokyo 2020 dalam cabor Bulu Tangkis nomor tunggal putra.

Langkah pebulu tangkis 34 tahun dihentikan di semifinal oleh Viktor Axelsen (Denmark), pemain yang akhirnya meraih medali emas.

Baca Juga: Muamar Qadafi Akhiri Kerjasama dengan Guatemala, Pelatih Kevin Cordon asal Indonesia Ingin Melatih Negara Asia

Cordon pada akhirnya harus puas mengakhiri kiprahnya di Olimpiade Tokyo 2020 di peringkat keempat setelah dalam perebutan medali perunggu dikalahkan oleh wakil Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting.

Walau begitu, apresiasi tetap diberikan rakyat Guatemala kepada Cordon.

Sesampainya di Guatemala, Kevin Cordon juga diarak sejauh 7 km.

Sementara itu, pemerintah Guatemala memberikan sebuah trofi kecil untuk Kevin Cordon atas keberhasilannya.

Trofi itu diberikan oleh Menteri Budaya dan Olahraga Guatemala saat konferensi pers di LA Aurora Airport.

Pemberian trofi itu justru membuat pemerintah Guatemala dikecam.

Hal ini lantaran ukuran trofi untuk Cordon yang dinilai terlalu kecil.

Baca Juga: Romelu Lukaku Amankan Nomor Punggung Favorit Saat Transfer Segitiga Chelsea-Inter-Atalanta Terwujud

Publik Guatemala menilai pemerintah mereka tak serius memberikan penghargaan untuk perjuangan Kevin Cordon.

"Sungguh menyedihkan sekali pemerintah karena memberikan sebuah pengakuan (seperti itu)," kata salah satu warganet.

Kevin Cordon menjadi atlet terbaik Guatemala dari segi pencapaian di Olimpiade Tokyo 2020.

Di bawahnya, ada atlet renang Luis Carlos yang finis di urutan ke tuju pada final renang nomor 100 meter gaya kupu-kupu.

Ada juga Luis Grijalva yang finis di posisi ke-12 dari 16 peserta nomor lari 5000 meter putra.

Meski begitu, pemerintah Guatemala juga memastikan akan mengabadikan Kevin Cordon sebagai nama taman.

"Kami bangga menamai taman dengan Kevin Cordon sebagai bagian dari penghargaan untuk sang atlet. Kami menghargai penampilannya di Olimpiade Tokyo 2020," bunyi pernyataan Kementrian Kebudayaan dan Olahraga Guatemala dilansir BolaSport.com dari media Guatemala, republica.gt.

Baca Juga: Romelu Lukaku Deal dengan Chelsea, Tak Ada Pemain Inter Milan yang Digaransi Bertahan Musim 2021-2022

"Kevin adalah contoh positif untuk anak-anak Guatemala agar berkecimpung di dunia olahraga," tambahnya.

Keberhasilan Kevin Cordon tak bisa dilepaskan dari tangan dingin pelatih asa Indonesia, Muamar Qadafi.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BolaSport.com (@bolasportcom)

 



Editor : Bagas Reza Murti
Sumber : Twitter, republica.gt

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

SELANJUTNYA INDEX BERITA

VIDEO TERPOPULER

Close Ads X