Yamaha Mulai Oleng, Legenda MotoGP Tangkap Sinyal-sinyal Quartararo Merana di Akhir Musim

By Agung Kurniawan - Senin, 12 September 2022 | 14:45 WIB
Pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia bersama Fabio Quartararo (Yamaha) usai balapan di MotoGP Austria 2022, Minggu (21/8/2022)
MOTOGP.COM
Pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia bersama Fabio Quartararo (Yamaha) usai balapan di MotoGP Austria 2022, Minggu (21/8/2022)

BOLASPORT.COM - Legenda MotoGP Alex Criville merasa perjuangan Yamaha melalui pembalap andalan mereka Fabio Quartararo kian berat saat MotoGP 2022 memasuki akhir musim.

Fabio Quartararo berada dalam situasi sulit saat MotoGP 2022 menyisakan enam seri lagi di mana posisinya terancam oleh Francesco Bagnaia.

Kemenangan yang dipersembahkan Francesco Bagnaia untuk Ducati membawanya memangkas margin poin dengan Fabio Quartararo.

Pembalap asal Italia tersebut kini sudah mengoleksi total 181 poin atau tinggal terpaut 30 poin saja dari Quartararo yang berada di peringkat pertama.

Persaingan perburuan gelar juara yang melibatkan Quartararo dan Bagnaia diprediksi akan berjalan semakin sengit seiring menjelang berakhirnya musim kompetisi.

Terkait hal tersebut, juara dunia kelas 500cc musim 1999 Alex Criville turut angkat bicara dalam wawancara yang dikutip BolaSport.com dari Motosan.

Pria asal Spanyol itu menilai finis di urutan kelima yang didapat Fabio Quartararo menjadi tanda Yamaha sudah mulai oleng dalam perburuan gelar juara.

Secara tidak langsung, tim berlogo garpu tala tersebut dianggap berada satu langkah di belakang Ducati yang kian mengganas bersama Bagnaia.

Baca Juga: Bersama Joan Mir, Marc Marquez Yakin Bisa Bawa Honda Kembali Bertaji

Pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, jelang balapan MotoGP San Marino di Sirkuit Misano, Minggu (4/9/2022).
MOTOGP.COM
Pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, jelang balapan MotoGP San Marino di Sirkuit Misano, Minggu (4/9/2022).

Pembalap asal Prancis tersebut geram lantaran motor YZR-M1 yang dia tunggangi tidak memiliki performa yang mumpuni.

"Fabio Quartararo finis di urutan kelima dan dia turun dari motor dengan perasaan yang benar-benar marah," kata Alex Criville.

"Yamaha berada satu langkah di belakang Ducati dan Quartararo melalui hal yang mustahil untuk berada di depan."

"Kenyataannya dia adalah satu-satunya pembalap Yamaha yang finis di posisi-posisi atas,"tuturnya menambahkan.

Jika kondisi ini terus berlangsung, Alex Criville merasa akan sulit bagi Quartararo untuk mempertahankan posisi puncak klasemennya dari ancaman Bagnaia.

"Dia tahu hal ini, jika terus seperti ini akan sangat sulit baginya untuk mendapatkan podium di beberapa sirkuit," ucap Alex Criville.

"Dan, Francesco Bagnaia bisa memburunya jika dia terus menunjukkan performa semacam ini," tuturnya menambahkan.

Pria yang pernah dinobatkan sebagai legenda MotoGP tersebut menegaskan Quartararo harus memberikan segalanya di sisa balapan MotoGP 2022.

"Dia harus bekerja dan memberikan segalanya karena Quartararo adalah salah satu pembalap terbaik di grid," kata Alex Criville.

"Akhir musim ini tidak akan berjalan mulus baginya, dia harus berjuang karena motor-motor Ducati melaju kencang," imbuhnya.

Fabio Quartararo dan Francesco Bagnaia akan melanjutkan persaingan mereka pada seri MotoGP Aragon 2022.

Rangkaian sesi MotoGP Aragon 2022 akan dilangsungkan akhir pekan ini tepatnya pada 16-18 September di MotorLand Aragon, Spanyol.

Baca Juga: Menerawang Kans Marc Marquez Kembali di Aragon: Saat Tes Cuma Tembus Seperempat Lomba tapi Ada Harapan



Editor : Agung Kurniawan
Sumber : Motosan.es

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

SELANJUTNYA INDEX BERITA

VIDEO TERPOPULER

Close Ads X