Jika Lolos ke Final Liga Champions, Mohamed Salah Bakal Punya Dilema dengan Timnas Mesir soal Puasa Ramadan

By Bagas Reza Murti - Minggu, 29 April 2018 | 08:02 WIB
Pemain Liverpool FC, Mohamed Salah, merayakan gol ke gawang West Bromwich Albion dalam laga Liga Inggris di Stadion The Hawthorns, West Bromwich pada 21 April 2018. ( LINDSEY PARNABY/AFP )

Winger Liverpool, Mohamed Salah diprediksi bakal mempunyai dilema tersendiri jika Liverpool lolos ke final Liga Champions di Kyiv, Ukraina pada 26 Mei 2018 mendatang.

Liverpool saat ini berpeluang lolos melaju ke final Liga Champions karena unggul agregat 5-2 atas AS Roma di babak semifinal leg pertama tengah pekan lalu.

Keunggulan 3 gol tentu membuat peluang Liverpool melaju ke final lebih besar.

Namun, jika Liverpool melaju ke final, hal tersebut bakal berdampak bagi jadwal sang winger andalan, Mohamed Salah.

Dilansir BolaSport.com dari The Sun, Salah akan memiliki dilema sendiri antara Liverpool dengan timnas Mesir soal puasa Ramadan.

Saat final Liga Champions 26 Mei mendatang, Mohamed Salah yang menganut agama Islam tentu akan menjalani ibadah puasa.

Bulan Ramadhan sendiri diperkirakan dimulai pada 15 atau 16 Mei 2018.

Sementara Mohamed Salah juga perlu membela Mesir di Piala Dunia 2018 di Rusia.


Pemain andalan timnas Mesir, Mohamed Salah mencetak dua gol ke gawang Kongo pada Senin (9/10/2017) yang membuat negaranya bisa unjuk gigi di Piala Dunia 2018.(TWITTER/@MOSALAH22)

(Baca juga: VIDEO - Taati Ajaran Islam, Begini Reaksi Mesut Oezil Saat Dilempari Roti oleh Pendukung Atletico Madrid)

Laga perdana Mesir di Piala Dunia 2018 akan dilaksanakan pada 15 Juni saat bertemu Uruguay.

Tentu sebelum waktu itu tiba, Mohamed Salah sudah bergabung di pemusatan latihan timnas Mesir untuk persiapan jelang Piala Dunia.

Dilansir BolaSport.com dari Sport Illustrated, pemimpin tertinggi hukum Islam di Mesir, Shawki Allam telah mengeluarkan fatwa jika Mohamed Salah dan rekan-rekannya di timnas Mesir mendapat pengecualian untuk menunda pelaksanaan puasa ramadan demi mempersiapkan kondisi maksimal di Piala Dunia 2018.

"Diperbolehkan bagi muslim yang melakukan perjalanan untuk menunda puasa mereka sampai mereka kembali," ujar Shawki Allam.

"Tidak berpuasa selama Ramadan juga diperbolehkan bagi umat Islam yang pekerjaannya menuntut secara fisik, asalkan pekerjaan itu adalah sumber pendapatan satu-satunya," tambahnya.

Meski begitu, Allam mengatakan lebih baik jika mereka bisa menjalankan puasa ramadan.

"Meskipun diperbolehkan bagi pemain timnas untuk menunda puasa, tentu saja yang terbaik adalah mereka berpuasa jika bisa," ujarnya.

Sementara jika Liverpool lolos ke final Liga Champions, Salah juga akan menjalani latihan intensif yang tentu saja dilaksanakan saat puasa Ramadhan.

Ketika bermain untuk Chelsea pada 2014, Mohamed Salah pernah mengakui sulit menyesuaikan jadwal latihan dengan ibadah yang wajib dilaksanakannya tersebut.

"Ramadan agak sulit bagi saya karena kami memiliki dua sesi latihan setiap hari, cuaca sangat panas dan saya bermain di setiap pertandingan," ujar Salah pada 2014.

"Meskipun saya sudah terbiasa, ketika anda berlatih dua kali sehari, energi anda akan turun di sesi kedua, tetapi pengalaman tersebut sangat berarti bagi saya, jadi saya tetap senang dan merasa baik,"tambahnya.

Kini dengan jadwal latihan di timnas dan Liverpool menanti di bulan ramadhan, patut ditunggu bagaimana Salah menjalani puasa tahun ini.