Waktu AC Milan Juara Pakai Formasi 3-4-3, Posisi Semua Pemain Ngawur

By Dwi Widijatmiko - Rabu, 6 Mei 2020 | 10:00 WIB
Eks penyerang AC Milan pada periode 1998-2001, Maurizio Ganz. (TWITTER)

BOLASPORT.COM - Mantan penyerang AC Milan, Maurizio Ganz, mengungkapkan cerita di balik kesuksesan I Rossoneri menjuarai Serie A Liga Italia pada 1998-1999.

Maurizio Ganz adalah bagian dari skuad AC Milan yang menjuarai Liga Italia 1998-1999 di bawah pelatih Alberto Zaccheroni.

Baru direkrut dari Udinese, Alberto Zaccheroni mengusung formasi yang menjadi andalan dia di klub sebelumnya, yaitu 3-4-3.

Menurut Maurizio Ganz, saat itu hampir semua pemain ditempatkan di posisi yang ngawur, bukan di posisi yang biasa mereka lakoni.

Hal itu diungkapkan Ganz dalam Instagram Live pada Selasa (5/5/2020).

"Dalam formasi 3-4-3 Zaccheroni, satu-satunya pemain yang bermain di posisinya adalah Oliver Bierhoff," ujar Ganz seperti dikutip Bolasport.com dari Pianeta Milan.

"Kami semua susah payah berusaha mengikuti instruksi."

"George Weah, Leonardo, dan Zvonimir Boban. Semua ditaruh bukan di posisi favoritnya."

Baca Juga: Setelah Lakukan Tes COVID-19, AC Milan-Napoli-Inter Milan Akan Gelar Latihan Perdana

"Ketika ditanya reporter, kami semua bilang baik-baik saja, padahal kami benar-benar mengalami kesulitan."

"Kemudian kami mengubah formasi di tengah musim dan hal itu mengubah situasi sampai kami kemudian menjadi juara," lanjut Ganz, yang kini menjabat sebagai pelatih tim perempuan AC Milan.

Pada musim 1998-1999, formasi 3-4-3 memang revolusioner buat AC Milan.

Sebelumnya, I Rossoneri sudah terbiasa bermain dengan formasi empat bek, entah itu 4-4-2 atau 4-3-1-2.

Wajar jika seperti yang diutarakan Maurizio Ganz, AC Milan mengalami kesulitan di awal kompetisi.

Alessandro Costacurta dan Paolo Maldini kelabakan bermain dalam skema tiga bek.

Demetrio Albertini dan Zvonimir Boban kebingungan menjalankan peran defensif di lini tengah.

Baca Juga: Kisah Perjodohan David Beckham dan AC Milan, Cinta yang Baru Terbalas 9 Tahun

AC Milan mengalami kesulitan menemukan pemain yang pas di posisi sayap kiri sampai akhirnya Andres Guglielminpietro muncul.

George Weah dan Ganz sendiri menjadi penyerang sayap.

Waktu itu, Zaccheroni sampai membawa serta dua andalannya selama di Udinese, Oliver Bierhoff dan Thomas Helveg.

Dua pemain ini diharapkan bisa membantu pemain AC Milan yang lain lebih cepat menjalankan sistem 3-4-3.

Dengan hampir semua pemain ditempatkan di posisi ngawur seperti dikatakan Ganz, AC Milan mungkin tidak akan menjadi juara jika terus bertahan dengan 3-4-3.

Menjelang akhir kompetisi, Zaccheroni mengubah pola menjadi 3-4-1-2 dan AC Milan sukses menjadi juara dengan rentetan 7 kemenangan dalam 7 laga terakhir.