Enaknya Jadi Eden Hazard, Juara Liga Champions Tanpa Nendang Bola

By Ade Jayadireja - Minggu, 29 Mei 2022 | 08:45 WIB
Eden Hazard mendapatkan medali juara Liga Champions bersama Real Madrid. (TWITTER.COM/ALEXGOLDBERG)

BOLASPORT.COM - Enak sekali menjadi Eden Hazard, bisa menjuarai Liga Champions 2021-2022 tanpa mengeluarkan banyak keringat.

Real Madrid memastikan diri sebagai kampiun berkat kemenangan tipis 1-0 atas Liverpool pada partai final di Stade de France, Sabtu (28/5/2022) atau Minggu dini hari WIB.

Eden Hazard tak berkontribusi apapun dalam pertandingan tersebut.

Penyerang sayap timnas Belgia itu cuma menyaksikan laga dari bangku cadangan.

Meski tak ikut menendang bola, Hazard tetap mendapat kalungan medali juara dan ikut mengangkat trofi.

Tanpa mengeluarkan keringat, Hazard mendapatkan gelar Liga Champions pertamanya.

Padahal, dia sudah bersiap diri untuk membantu Madrid dalam menghadapi Liverpool.

Nyatanya, Hazard tak diberi kesempatan untuk unjuk gigi oleh pelatih Carlo Ancelotti.

"Saya siap untuk berperan di final Liga Champions," kata Hazard sebelum laga final.

"Pelatih memahami situasi saya, begitu pula staf medis," ujarnya menambahkan.

Baca Juga: Penyelamatan Bengis Thibaut Courtois Bikin Mohamed Salah Meringis

Hazard memang sangat minim jatah bermain pada musim ini.

Di Liga Champions, Hazard cuma mentas sebanyak tiga kali.

Dia ikut terlibat dalam pertandingan melawan Sheriff (penyisihan grup), Inter Milan (penyisihan grup), dan Paris Saint-Germain (leg kedua ababk 16 besar).

Regulasi UEFA menyatakan bahwa untuk mendapat medali juara Liga Champions, seorang pemain paling tidak harus bermain satu kali.

Itulah alasan mengapa Hazard kebagian medali.

Hazard sendiri bukanlah pemain bergaji murah di Madrid.

Sang winger menerima 600 ribu euro atau Rp 9,3 miliar per pekan, tertinggi kedua di skuad El Real.

Hazard memang bak tenggelam sejak pindah dari Chelsea ke Real Madrid pada 2019.

Cedera dan inkonsistensi performa membuat jebolan akademi Lille itu cuma menorehkan enam gol dari 66 penampilan di semua kompetisi dalam tiga tahun.