VIDEO - Perpisahan Emosional Calon Bintang Muda AC Milan

By Dimas Wahyu Indrajaya - Minggu, 2 Desember 2018 | 19:39 WIB
Gelandang Flamengo, Lucas Paqueta, tampak bersedih usai melakoni laga terakhir bersama klubnya saat melawan Atletico Paranaense pada Minggu (1/12/2018). Pemain 21 tahun itu akan terbang ke Italia pada beberapa pekan mendatang untuk membela AC Milan.
TWITTER.COM/@TRAMACEMA
Gelandang Flamengo, Lucas Paqueta, tampak bersedih usai melakoni laga terakhir bersama klubnya saat melawan Atletico Paranaense pada Minggu (1/12/2018). Pemain 21 tahun itu akan terbang ke Italia pada beberapa pekan mendatang untuk membela AC Milan.

Calon pemain bintang AC Milan menangis di atas lapangan di laga terakhirnya bersama klub yang ia bela saat ini.

Lucas Paqueta tinggal menghitung pekan untuk bergabung dengan klub Liga Italia Serie A, AC Milan.

Talenta 21 tahun yang saat ini masih terhitung pemain klub Brasil, Flamengo, baru saja melakoni laga melawan Atletico Paranaense pada Minggu (2/12/2018).

Pada laga yang berlangsung di Stadion Jornalista Mario Filho, Maracana, Flamengo dipaksa bertekuk lutut dari tim tamu dengan skor 1-2.

Usai laga gelandang yang termasuk dalam skuat timnas Brasil itu tampak bersedih dan menangis di atas lapangan.

Bisa jadi karena kalah, tetapi alasan terbesar Paqueta menunjukkan ekspresi sedih karena melawan Paranaense adalah laga terakhirnya bersama Flamengo.

AC Milan masih sibuk berbenah untuk paruh musim 2018-2019.

Selain Paqueta yang sudah ada digenggaman, mereka masih mencari amunisi anyar untuk didatangkan pada Januari mendatang.

Zlatan Ibrahimovic, serta tiga penggawa Chelsea yakni Cesc Fabregas, Gary Cahill, dan Andreas Christensen masuk dalam pantauan mereka.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Jurnalis olahraga senior, Weshley Hutagalung, mempertanyakan peran media dalam mengungkap dugaan pengaturan skor pada sepak bola Indonesia. Kurang aktifnya media dalam melakukan investigasi mendalam dinilai Weshley Hutagalung sebagai salah satu penyebab sulitnya pengungkapan praktik kotor ini. Pria yang akrab disapa Bung Wesh itu menilai pemberitaan media saat ini kerap luput untuk menyajikan 'why' dan 'how' terhadap suatu topik. "Saya jadi wartawan sejak 1996, pernah bertemu dengan beberapa orang pelaku sepak bola sampai wasit. Kasihan dari tahun ke tahun, federasi (PSSI) mewarisi citra buruk," kata Weshley Hutagalung dalam diskusi PSSI Pers di Waroeng Aceh, Jumat (30/11/2018). "Pertanyaannya, wartawan sekarang itu ingin mendengar yang saya mau atau yang saya perlukan? Kemudian muncul karya kita. Lalu masyarakat juga memilih (informasi)," ujarnya. Ditambahkannya, fenomena ini terjadi karena perubahan zaman terhadap gaya pemberitaan media akibat permintaan dan tuntutan redaksi yang kini mengutamakan kuantitas dan kecepatan. Pria yang wajahnya sudah akrab muncul sebagai pundit sepak bola pada tayangan sepak bola nasional ini sedikit memahami perubahan zaman, meski tetap mempertanyakan peran media. "Dulu kami punya waktu untuk investigasi dan analisis, sekarang tidak. Kemana aspek 'why' dan 'how' atas peristiwa ini?" tuturnya mempertanyakan. "Sekarang malah adu cepat. Ditambah lagi sekarang ada media sosial, sehingga media massa bukan lagi menjadi sumber utama informasi terpercaya," ucapnya miris. #pssi #journalist #sportjournalist #matchfixing

A post shared by BolaSport.com (@bolasportcom) on

Editor : Dimas Wahyu Indrajaya
Sumber : calciomercato.com, Globoesporte.globo.com

YANG LAINNYA

SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X