Baca berita tanpa iklan. Gabung Bolasport.com+

Mes Pemain Bekas Klub Galatama Arseto Solo Kini Tak Terawat, Miris

By Pradipta Indra Kumara - Senin, 8 Januari 2018 | 15:38 WIB
Kondisi mes bekas tempat tinggal pemain Arseto Solo kini tak lagi terawat. Foto diambil pada Sabtu (7/1/2018).
JALU W WIRAJATI/BOLASPORT.COM
Kondisi mes bekas tempat tinggal pemain Arseto Solo kini tak lagi terawat. Foto diambil pada Sabtu (7/1/2018).

Solo pernah memiliki klub Galatama yang disegani tetapi kini telah bubar, Arseto. Bubarnya Arseto juga berimbas pada pengelolaan mes bekas tempat tinggal pemain yang tak terawat. 

Arseto adalah klub besar yang pernah mewarnai sepak bola Indonesia era Galatama (Liga Sepak Bola Utama).

Arseto pernah dihuni sejumlah legenda sepak bola Indonesia.

Beberapa nama yang pernah memperkuat Arseto di antaranya Ricky Yacob, Yunus Muchtar, Rochy Putiray, Eduard Tjong, Agung Setyabudi, hingga I Komang Putra.


Mantan penyerang Arseto Solo, Ricky Yacob (atau Ricky Yacobi), menjadi salah satu pemain yang berperan mengantarkan tim nasional Indonesia meraih medali emas di ajang SEA Games 1987.(HERKA YANIS/BOLA/JUARA.net)

BolaSport.com menelusuri jejak peninggalan Arseto di kota Solo.

Sebuah bangunan yang pernah digunakan sebagai Mes Arseto kini kondisinya kurang terawat.

Bangunan tersebut sebenarnya merupakan bekas rumah sakit Kadipolo zaman Paku Buwono X.

Rumah sakit tersebut pada awalnya digunakan untuk menangani wabah penyakit pes di Kota Solo.

(Baca Juga: Selain Pemain Terkaya di Dunia, Timnas Brunei Darussalam Juga Pernah Diperkuat oleh Penyanyi Terkenal di Indonesia Ini)

Lokasi bangunan tersebut berada di jalan Radjiman, Panularan, Solo.

Kondisi bagian depan bangunan relatif tertutup sehingga tidak terlalu menarik perhatian.

Bangunan tersebut juga bisa langsung diakses melalui jalan samping (jalan Rajamanggala) untuk langsung menuju bagian belakang.

Beberapa kamar di bagian depan menurut keterangan Supri, salah satu penjaga yang diwawancarai BolaSport.com, Sabtu (7/1/2018), merupakan kamar khusus Eduard Tjong.

"Kamar depan itu khusus untuk Mas Edu (Eduard Tjong)," kata Supri kepada BolaSport.com.


Salah satu kamar yang menjadi tempat tinggal pemain Arseto tempati. Masih ada stiker Arseto di pintu kamar. Foto diambil pada Sabtu (7/1/2018). (JALU W WIRAJATI/BOLASPORT.COM)

"Mas Edu memilih kamar khusus dan tinggal bersama keluarga," ujar Supri menambahkan.

Menuju bagian dalam terdapat tembok-tembok tak beratap.

Menurut informasi yang didapat bangunan tersebut sering digunakan sebagai lokasi pre-wedding.

Semak belukar dan tanaman jalar semakin jelas terlihat di sekitar bangunan eks mes Arseto tersebut.

Salah satu bekas kamar terlihat tirai warna merah.

Kamar tersebut adalah kamar milik Rochy Putiray.

Menurut kesaksian Supri, kamar tersebut sampai saat ini masih milik Rochy.

Rochy masih sering mengunjungi dan hanya ia yang berani memakai kamar tersebut.

"Wah, masih ada aja tuh kamar," kata Rochy yang dihubungi terpisah, berseloroh. 

Benerapa fasilitas juga tersedia di tempat tersebut.

(Baca juga: Cetak Sejarah! Lionel Messi Samai Pencapaian Dua Legenda Barcelona)

Tak hanya kamar, terdapat juga lapangan, tempat fitnes, dapur, mushola dan kamar mandi.

Namun, hanya lapangan saja masih digunakan untuk latihan.

Bangunan tersebut masih sempat dipakai para eks pemain hingga sekitar tahun 2004.

Semenjak Arseto bubar pada zaman krisis moneter, otomatis bangunan mes mulai ditinggalkan.

Setelah tidak dipakai Arseto, tempat tersebut dipakai oleh Diklat Arseto yang kemudian dipakai oleh Sekolah Sepak Bola (SSB) Ksatria Solo hingga saat ini.


Lapangan bekas tempat latihan Arseto di Kadipolo kini masih aktif digunakan untuk bermain sepak bola dan latihan SSB, seperti pada Sabtu (7/1/2018). (JALU W WIRAJATI/BOLASPORT.COM)

Sejarah Arseto

Arseto didirikan oleh Sigit Harjoyudanto, putra mantan presiden kedua Indonesia, Suharto pada tahun 1978.

(Baca Juga: 5 Alasan Philippe Coutinho Berhasil Mendarat di FC Barcelona)

Ada banyak versi soal nama Arseto

Ada yang mengatakan diambil dari putra Sigit Harjoyudanto, Aryo Seto. 

Ada pula yang menyebutkan bahwa nama klub tersebut adalah gabungan tiga nama Sigit yaitu Ary, Retno, dan Aryo Seto. 

Pada awalnya Arseto bermarkas di Jakarta.

Namun, sejak tahun 1983, tim biru langit itu pindah ke Solo.

Prestasi Arseto Solo seniri cukup membanggakan. 

Pada tahun 1985, tim yang pernah diperkuat Miro Baldo Bento itu memenangi Piala Liga I.

Pada tahun yang sama, Arseto menempati posisi runner-up Galataman, beradda di bawah Krama Yuda Tiga Berlian.

(Baca juga : Bukan Cristiano Ronaldo, Pesepak Bola Terkaya Dunia Ternyata dari Asia Tenggara)

Dua tahun berselang (1987) Arseto berhasil memenang turnamen invitasi Perserikatan dan Galatama.

Prestasi terbaik Arseto di Galatama adalah menjadi juara pada tahun 1992.

Klub yang bermarkas di Stadion Sriwedari itu berhasil menjadi salah satu ikon kota Solo.


Editor : Jalu Wisnu Wirajati
Sumber : BolaSport.com

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

SELANJUTNYA INDEX BERITA

Klasemen

Klub
D
P
1
Man City
37
88
2
Arsenal
37
86
3
Liverpool
37
79
4
Aston Villa
37
68
5
Tottenham
37
63
6
Chelsea
37
60
7
Newcastle
37
57
8
Man United
37
57
9
West Ham
37
52
10
Brighton
37
48
Klub
D
P
1
Borneo
32
70
2
Persib
32
59
3
Bali United
33
58
4
Madura United
32
53
5
PSIS Semarang
32
50
6
Dewa United
32
50
7
Persik
33
48
8
Persis
32
47
9
Barito Putera
32
43
10
Persija Jakarta
32
42
Klub
D
P
1
Real Madrid
36
93
2
Barcelona
35
76
3
Girona
36
75
4
Atlético Madrid
36
73
5
Athletic Club
36
62
6
Real Betis
35
55
7
Real Sociedad
35
54
8
Villarreal
36
51
9
Valencia
35
48
10
Getafe
36
43
Klub
D
P
1
Inter
36
92
2
Milan
36
74
3
Bologna
36
67
4
Juventus
36
67
5
Atalanta
35
63
6
Roma
36
60
7
Lazio
36
59
8
Napoli
36
51
9
Fiorentina
34
50
10
Torino
36
50
Pos
Pembalap
Poin
1
F. Bagnaia
467
2
J. Martin
428
3
M. Bezzecchi
329
4
B. Binder
293
5
J. Zarco
225
6
A. Espargaro
206
7
M. Viñales
204
8
L. Marini
201
9
A. Marquez
177
10
F. Quartararo
172
Close Ads X