Musim Ketiga Memang Momen Terkutuk buat Jose Mourinho

By Dwi Widijatmiko - Jumat, 5 Oktober 2018 | 18:11 WIB
Reaksi Jose Mourinho (kanan) dan Paul Pogba saat meninggalkan lapangan pascalaga Piala FA antara Manchester United lawan Brighton & Hove Albion di Stadion Old Trafford, Manchester, 17 Maret 2018.
OLI SCARFF/AFP
Reaksi Jose Mourinho (kanan) dan Paul Pogba saat meninggalkan lapangan pascalaga Piala FA antara Manchester United lawan Brighton & Hove Albion di Stadion Old Trafford, Manchester, 17 Maret 2018.

 Jose Mourinho terancam dipecat. Raihan hasil-hasil buruk Manchester United pada pekan-pekan awal Liga Inggris dan Liga Champions 2018-1019 membuat posisi pelatih berjulukan The Special One itu tidak lagi aman.  

Sebuah kondisi yang sulit terbayangkan sebelumnya.

Dengan masih terikat kontrak sampai 2020, Jose Mourinho sebetulnya diplot Manchester United menjadi The Next Sir Alex Ferguson.

Akan tetapi, momen buruk ini sebetulnya sudah bisa ditebak.

Soalnya, seperti ada kutukan buat Mourinho pada musim ketiganya menangani sebuah klub.

Dalam rekam jejak karier Jose Mourinho, terutama sejak dia mendeklarasikan diri sebagai “The Special One” pada 2004 saat mulai menangani Chelsea, pelatih asal Portugal ini selalu menemui masalah pada musim ketiganya di klub.

Di Chelsea, setelah gemilang dengan menjuarai Premier League 2004-2005 dan 2005-2006, Mourinho menemui masalah pada musim ketiganya, 2006-2007.

Persaingan kekuatan dengan Direktur Olahraga Frank Arnesen dan penasihat Piet de Visser membuat Mou mulai berseteru dengan pemilik Chelsea, Roman Abramovich.

Pembelian Andriy Shevchenko, di mana Mourinho diperintahkan Abramovich untuk selalu mengedepankan striker asal Ukraina itu, plus perekrutan Avram Grant sebagai direktur olahraga, semakin menambah panas hubungan The Special One dengan Abramovich.

Mou tidak dipecat pada 2006-2007, tapi momen itu akhirnya terjadi pada 2007-2008 menyusul hasil-hasil buruk pada musim tersebut.

(Baca juga: Kesalahan Saat Lawan Valencia, Manchester United Mainkan Tiga Dinosaurus)

Kutukan musim ketiga tidak menghampiri Jose Mourinho di Inter Milan karena dia hanya dua musim di sana. Baru di Real Madrid kutukan tersebut terjadi lagi.

Intrik dengan dua pemain senior Real Madrid, Sergio Ramos dan Iker Casillas, juga dengan Cristiano Ronaldo, membuat suporter El Real terbelah menjadi Mourinhistas dan Madridistas.

Ketika musim itu berakhir, Mou menyebut 2012-2013 sebagai musim terburuk sepanjang kariernya.

Setelah itu Madrid memutus kontrak Mourinho di Real Madrid, yang sebetulnya baru saja diperpanjang sampai 2016.

Kembali ke Chelsea, Mourinho sukses kembali menjuarai Liga Inggris pada musim keduanya.


Pelatih Manchester United, Jose Mourinho (kanan), berbicara dengan Nemanja Matic dalam laga Grup H Liga Champions melawan Young Boys di Stade de Suisse, Bern, Swiss pada 19 September 2018.(FABRICE COFFRINI/AFP)

(Baca Juga: Kandidat Juara Liga Inggris - Manchester City Favorit, Liverpool Berpeluang, Chelsea Jangan Diremehkan) 

Tetapi, di musim ketiga atau 2015-2016, kutukan bekerja lagi.

Chelsea berantakan di Premier League dengan sudah sembilan kali kalah hanya dalam 16 pertandingan.

Jose Mourinho pun dipecat walau resminya disebut “berpisah atas dasar kesepakatan bersama”.

Musim 2015-2016 diwarnai perselisihan Mourinho dengan staf medis klub, Eva Carneiro.

Jose Mourinho mengatai Carneiro gara-gara dianggap menginterupsi waktu bermain Chelsea dengan masuk ke lapangan untuk menangani cedera Eden Hazard yang tidak parah.

 
Pindah ke Manchester United, musim debut Mou pada 2016-2017 sangat oke dengan langsung sukses menjuarai Liga Europa dan Piala Liga. Sekarang di musim ketiga, kutukan datang lagi.

Hanya meraih 10 poin dari tujuh pertandingan pertama di Premier League, suporter United melihat start yang sama buruknya dengan kepelatihan David Moyes pada 2013-2014.

Yang menarik, seperti kejadian kutukan sebelum di Chelsea dan Real Madrid, lagi-lagi musim ketiga di Manchester United ini diwarnai perselisihan Mourinho dengan elemen klub.

Media-media Inggris menyebut setidaknya Mourinho sudah jarang berbicara dengan Paul Pogba, Alexis Sanchez, dan Antonio Valencia.

Masih ada lagi beberapa pemain yang dikabarkan berpihak pada Paul Pogba seturut keputusan Mou melepas ban kapten dari gelandang timnas Prancis itu.

Kondisi itu, apalagi jika melihat tren ke belakang, membuat eksistensi Mourinho di Manchester United rasanya tinggal menunggu waktu.
 
Pas juga dengan fakta daya tahan Mourinho melatih di sebuah klub. Menurut situs Transfermarkt, angkanya rata-rata hanya 2,17 tahun atau tidak sampai 3 tahun. Klop, bukan?
 
 
Editor : Dwi Widijatmiko
Sumber : Tabloid BOLA

YANG LAINNYA

SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X