Pelajaran dari Periode-Periode Nyaris Juergen Klopp

By Anggun Pratama - Selasa, 19 November 2019 | 12:09 WIB
Pelatih Liverpool FC, Juergen Klopp, merayakan gelar juara Liga Champions musim 2018-2019.
TWITTER.COM/CHAMPIONSLEAGUE
Pelatih Liverpool FC, Juergen Klopp, merayakan gelar juara Liga Champions musim 2018-2019.

BOLASPORT.com - Ada sebuah artikel menarik dari Harvard Business Review. Artikel itu membahas sebuah pertanyaan: bila dihadapkan pada dua kondisi, nyaris kalah (unggul tipis dari rival terdekat) atau nyaris menang (hanya kalah tipis dari rival terdekat), mana yang akan Anda pilih?

Secara naluri, kebanyakan pasti akan memilih opsi nyaris kalah alias menang atau meraih kejayaan dengan keunggulan tipis. Mental juara, katanya.

Bukan hal yang salah, tetapi ada riset yang menunjukkan kondisi nyaris menang justru lebih baik dalam jangka panjang.

Loh?

Riset itu bertajuk, Research: When Losing Out on a Big Opportunity Helps Your Career, oleh Dashun Wang dan Benjamin F. Jones.

Riset tersebut mengeksaminasi lebih dari seribu ilmuwan pemula di Amerika Serikat, yang nyaris mendapatkan dan yang beruntung mendapatkan sokongan dana penting untuk melakukan riset.

Dari penelitian itu, diketahui mereka yang gagal mendapatkan sokongan dana, rata-rata, dalam jangka panjang malah memproduksi kerja dengan impak lebih besar, ketimbang rekan seprofesi mereka yang dulu mendapatkan dukungan finansial.

Baca Juga: Gelandang Liverpool Ini Buruan Utama PSG pada Bursa Transfer Januari

Kesimpulan dari riset itu adalah pola pikir positif serta rasa optimistis.

Apapun yang terjadi dalam pekerjaan atau kehidupan, seberapa bagus kualitas Anda, pasti dalam satu titik akan mengalami kesulitan.



Editor : Firzie A. Idris

YANG LAINNYA

SELANJUTNYA INDEX BERITA

Close Ads X