BOLASPORT.COM - Sejumlah revisi dilakukan dengan peraturan MotoGP. Termasuk di antaranya adalah prosedur start dan kesempatan tes bagi pembalap yang cedera.
Perubahan yang disebut pertama menjadi jawaban Komite Grand Prix atas kekacauan yang terjadi saat balapan MotoGP Americas pada akhir Maret lalu.
Jelang lap pemanasan, rombongan pembalap berbondong-bondong kembali ke garasi untuk mengganti motor dari spesifikasi ban basah (wet) ke ban trek kering (slick).
Biang keroknya adalah Marc Marquez.
Sadar keputusan memilih ban basah tidak tepat, pembalap Ducati Lenovo itu mengatur siasat untuk mengganti motornya tiga menit sebelum lap pemanasan.
"Saya tahu peraturannya," ucap Marquez setelah itu, dilansir dari Autosport.com.
"Saya memprediksi ketika saya meninggalkan baris start, akan ada lebih dari 10 pembalap yang mengikuti saya sehingga mereka (Race Director) menghentikan balapannya."
Rencana Marquez bukannya tanpa cela.
Sebab, si Alien keliru memperkirakan hukuman yang akan diterimanya jika start tidak ditunda adalah start dari posisi paling belakang.
Adapun menurut regulasi, pembalap yang mengganti ban yang berhubungan dengan perubahan cuaca tetap start dari posisi asli tetapi terkena penalti ride through.