Ke pemain Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomás Garcés, Rodrigo Julián Holgado, Imanol Javier Machuca, João Vitor Brandão Figueiredo, Jon Irazábal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano dedenda CHF 2000 atau sekitar Rp41 juta dan larangan 12 bulan beraktivitas di sepak bola.
FAM kesempatan untuk mengajukan banding ke FIFA.
Sebelumnya, kasus pemalsuan dokumen juga terjadi menyeret Timor Leste beberapa tahun silam.
Bedanya kasus Timor Leste ini di bawah AFC yang berkerja sama dengan FIFA.
Pada Jumat, 20 Februari 2017, AFC melalui laman resmi mereka menghukum Federasi Sepak Bola Timor Leste (FFTL) dikeluarkan dari Piala Asia 2023.
AFC pada 9 Juni 2016 membuka penyelidikan berkerja sama dengan FIFA atas kelayakan beberapa pemain Timnas Timor Leste setelah laga babak play-off Kualifikasi Piala Asia 2019.
Hasilnya ada 12 pemain kelahiran Brasil terdaftar di sistem admninstrasi AFC dengan akta kelahiran Timor Leste palsu.
Dokumen itu diserahkan ke AFC untuk membuktikan pemain memenuhi syarat memperkuat Timnas Timor Leste karena salah satu atau kedua orang tua mereka lahir di Timor Leste.
Keterangan itu terbukti palsu.
Komite pun memerintahkan FFTL dikeluarkan dari Piala Asia 2023 dan didenda USD20.000.