Baca berita tanpa iklan. Gabung Bolasport.com+

Drama Mesut Oezil dan Solusi Masalah yang Sangat Tidak Jerman

By Lariza Oky Adisty - Selasa, 24 Juli 2018 | 08:13 WIB
 Gelandang timnas Jerman, Mesut Oezil, melangkah gontai setelah timnya dikalahkan Korea Selatan dalam partai Grup F Piala Dunia 2018 di Kazan Arena, Kazan, 27 Juni 2018.
LUIS ACOSTA/ AFP
Gelandang timnas Jerman, Mesut Oezil, melangkah gontai setelah timnya dikalahkan Korea Selatan dalam partai Grup F Piala Dunia 2018 di Kazan Arena, Kazan, 27 Juni 2018.

Namun, menjadikan Oezil sebagai satu-satunya kambing hitam kegagalan Jerman di Rusia 2018 jadi terasa aneh, tidak mengenai akar persoalan, dan “sangat tidak Jerman.”

Bandingkan ketika Der Panzer gagal di Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000. DFB ketika itu melakukan perombakan di tubuh skuat mereka, dimulai dari penunjukan pelatih baru, sampai ke pengalihan fokus untuk membina pemain muda.

Lompat hampir dua dekade kemudian, ketimbang mengevaluasi kerja pelatih Joachim Loew, atau menganalisis soal kinerja tim keseluruhan, DFB--dalam hal ini Grindel dan manajer tim Oliver Bierhoff--memilih menyebut Oezil-lah oknum paling bertanggung jawab untuk kegagalan Jerman.

Hal lain yang juga menjadikan polemik Oezil ini jadi terasa tidak biasa ialah karena adanya sentimen rasialis yang mengiringi.  

Sosok Oezil adalah bukti relasi sentimental antara Turki dan Jerman. Turki adalah satu pengirim Gastarbeiter (pekerja tamu) terbesar di Jerman usai Perang Dunia II.

Pekerja Turki ini tidak semuanya pulang ke negara mereka, tetapi ada yang menetap di Jerman dan membawa keluarga mereka, untuk kemudian beranak-pinak di negara tersebut.

Di masyarakat Jerman, Oezil termasuk golongan generasi ketiga imigran Turki, yang lahir dan besar, serta membaur dengan kultur Jerman.

(Baca juga: Mesut Oezil soal Rasialisme di Jerman: Apa Bedanya Saya dengan Klose dan Podolski?)

Figur seperti Oezil ini yang kemudian menjadi contoh bagaimana integrasi di Jerman berjasa membentuk tim nasional Jerman menjadi tim yang kuat dan disegani, bersama dengan nama-nama lain seperti Sami Khedira (Tunisia) dan Jerome Boateng (Ghana).

Soal keputusannya berfoto dengan Erdogan, bisa jadi Oezil melakukan blunder dengan gesture yang tidak populer di mata publik Jerman.


Editor : Beri Bagja
Sumber : BolaSport.com

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

SELANJUTNYA INDEX BERITA

Klasemen

Klub
D
P
1
Arsenal
34
77
2
Liverpool
34
74
3
Man City
32
73
4
Aston Villa
34
66
5
Tottenham
32
60
6
Man United
33
53
7
Newcastle
33
50
8
West Ham
34
48
9
Chelsea
32
47
10
Bournemouth
34
45
Klub
D
P
1
Borneo
32
70
2
Persib
32
59
3
Bali United
33
58
4
Madura United
32
53
5
PSIS Semarang
32
50
6
Dewa United
32
50
7
Persik
33
48
8
Persis
32
47
9
Barito Putera
32
43
10
Persija Jakarta
32
42
Klub
D
P
1
Real Madrid
32
81
2
Barcelona
32
70
3
Girona
32
68
4
Atlético Madrid
32
61
5
Athletic Club
32
58
6
Real Sociedad
32
51
7
Real Betis
32
48
8
Valencia
32
47
9
Villarreal
32
42
10
Getafe
32
40
Klub
D
P
1
Inter
33
86
2
Milan
33
69
3
Juventus
33
64
4
Bologna
33
62
5
Roma
32
55
6
Atalanta
32
54
7
Lazio
33
52
8
Napoli
33
49
9
Fiorentina
32
47
10
Torino
33
46
Pos
Pembalap
Poin
1
F. Bagnaia
467
2
J. Martin
428
3
M. Bezzecchi
329
4
B. Binder
293
5
J. Zarco
225
6
A. Espargaro
206
7
M. Viñales
204
8
L. Marini
201
9
A. Marquez
177
10
F. Quartararo
172
Close Ads X